OCSP is a USAID-sponsored crisis response program that aims to maximize protection and long-term survival of viable orangutan populations in the wild. The program will work to arrest, reduce, or possibly to eliminate the threats to orangutans as well as address the major drivers behind those threats.
Pemerintah Indonesia telah menunjukkan kepemimpinannya dalam upaya konservasi orangutan dan habitatnya kepada dunia internasional, dengan meluncurkan Strategi dan Rencana Aksi Nasional Konservasi Orangutan Indonesia dalam ajang konferensi untuk perubahan iklim (UNFCCC) di Bali, pada bulan Desember 2007 lalu. Read More
Download Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia (PDF File, 3 MB)
Kejahatan terhadap satwa liar dilindungi (wildlife crime) adalah kejahatan kehutanan terbesar ketiga di dunia dengan nilai perdagangan yang mencapai sekitar 180 juta dollar Amerika per tahun secara global dan 9 trilyun rupiah per tahun secara nasional. Demikian simpulan dari acara bedah catatan akhir tahun konservasi orangutan yang diselenggarakan pada peluncuran media center satu-satunya di Indonesia untuk konservasi, ICMC (Indonesian Conservation Media Center), Selasa, 23 Desember 2008 di Hotel Nikko, Jakarta.
Dec 17, 2008Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan selama 2 hari pada pertengahan bulan Desember 2008 (diperkirakan 17-18 Desember 2008) di kota Medan, dengan pembagian waktu yaitu: hari pertama Workshop, hari kedua Seminar dan Pendeklarasian KPSL serta nomor pengaduan
TOR klik disini (TOR MS Word, 44 KB)
Dec 11, 2008Strategi dan Rencana Aksi Orangutan Indonesia 2007 - 2017 telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia di salah satu event pada Konferensi Perubahan Iklim Dunia di Bali pada Desember 2007. Pencanangan ini sebagai bentuk komitment dan langkah serius pemerintah Republik Indonesia dalam pelestarian kenaekaragaman hayati.